Rachel Maryam Ungkap Cara Anies-Sandi Tangkis Serangan Kampanye Hitam

Menanggapi berbagai kampanye hitam di putaran kedua Pilgub DKI, calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tidak ambil pusing bahkan ia mengaku justru percaya diri.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menilai, kampanye hitam hanya menunjukkan tidak adanya kepercayaan diri dalam bertarung secara sehat. Anies juga meminta masyarakat untuk tetap yakin Pilgub DKI bisa menghadirkan pemimpin santun dan dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik bagi warga Ibu Kota.

Rachel Maryam, sebagai tim sukses Anies Baswedan – Sandiagana Uno, mempunyai cara untuk menangkal kampanye hitam. Rachel Maryam mengungkapkan untuk mengatasi kecurangan seperti kampanye hitam atau politik uang tim sukses Anies telah menyiapkan tiga cara penangkal. Pertama, portal fitnahlagi.com untuk klarifikasi berita hoax yang menyerang Anies-Sandi. Kedua, ada juga akun twitter untuk menjawab semua pertanyaan dengan santai. Ketiga, untuk mengatasi kecurangan tim juga mengadakan rembuk rembon.

 

Advertisements

Anies-Sandi Siap Tambah Pusat Jajanan dan Festival Kuliner

Beberapa program kerja unggulan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno, dilakukan dalam beberapa bidang. Salah satunya dalam bidang kuliner. Program yang akan dilakukan oleh pasangan ini diantaranya menambah pusat jajanan berbasis pedagang kaki lima (PKL) dan menyelenggarakan festival untuk meramaikan pusat kuliner Jakarta.

Dalam program ini Anies-Sandi bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melaksanakan event seperti Jakarta Fashion and Food Festival yang merupakan binaan dari pemerintah. Anies-Sandi juga akan menambah pusat jajanan berbasis PKL dengan memberikan pelatihan terkait kesehatan makanan dan kebersihan dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di Jakarta.

Program kerja Anies-Sandi ini mendapat respon positif dari budayawan asli Betawi, Ridwan Saidi. Ia menyatakan Jakarta memang membutuhkan pusat jajanan dan festival kuliner.  Dengan adanya gebrakan ini Ridwan berharap dibuatkannya jajanan pasar khas Betawi dicampur pertunjukan seni khas Betawi yang diadakan setiap malam Minggu.

Gebrakan Sandiaga Uno untuk Melestarikan Kuliner Betawi

Sandiaga Uno Bicara soal Pelestarian Kuliner Betawi, Ini Gebrakannya

Menjelang Pilkada DKI 2017, sejumlah program khusus mulai disusun oleh para kandidat di semua sektor. Bagitu juga dengan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, yang juga merancang sejumlah program khusus, termasuk di sektor kuliner.

Sandiaga memfokuskan program sektor kuliner untuk kuliner Betawi, karena Sandi berpendapat kuliner khas Betawi harus semakin dikenal luas. Program tersebut terlihat jelas dalam sebuah foto  yang diunggah pada akun instagramnya. Pada postingan tersebut tampak Sandiaga menikmati semangkuk kuliner khas betawi yang juga dikenal dengan sebutan selendang mayang.

Sandiaga berpendapat bahwa pemerintah dapat bekerja sama dengan UKM untuk memberikan fasilitas dan sarana agar kuliner khas Betawi makan dikenal luas. Sandi berharap warga juga dapat turun ikut serta melestarikan kebudayaan khas Betawi dengan cara ikut mempromosikan kuliner khas Betawi .

“Kuliner khas betawi apa sih yang kalian paling suka? #laper #pengensotobetawi,” pancing Sandi.

Menanggapi postingan Sandi, sejumlah netizenpun merespon positif dengan cara mereka berlomba-lomba menjelaskan kuliner khas Betawi kesukaan mereka dan memberikan rekomendasi tempat kuliner Betawi yang enak.

Sandi Akan Perhatikan Kesejahteraan Ibu-Ibu PKK

Sandiaga Uno (foto: Okezone)

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, apabila Anies-Sandi terpilih dalam Pilgub DKI, pihaknya akan meningkatkan dana operasional ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang tergabung di Posyandu.

Upaya ini dilakukan karena tugas yang dibebankan kepada ibu-ibu PKK cukup berat, karena Ibu Kota menjadi salah satu daerah yang sangat rawan narkoba, sehingga mereka harus mengupayakan agar anak-anak tidak terjerumus ke narkoba.

Sandiaga mengutarakan dengan meningkatkan dana operasional untuk kepentingan ibu-ibu PKK, maka akan sangat memudahkan pekerjaan ibu-ibu PKK dalam mengidentifikasi anak yang sudah terjangkit narkoba dan segera mengetahui jenis penyakit yang ada di suatu lingkungan.

Selain itu untuk mencegah maraknya narkoba, Sandi akan menambah pelajaran tentang bahaya narkoba di setiap sekolah dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada anak-anak ihwal bahaya penggunaan barang haram tersebut.

Dengan adanya program ini akan mendidik dan mengidentifikasi secara dini anak muda yang rentan terhadap kegiatan negatif sehingga dapat ditangkal sedini mungkin, pungkas Sandi.

Ahok Tolak Cuti Kampanye di Pilkada 2017

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan tidak ingin cuti untuk berkampanye menjelang Pilkada DKI 2017. Dia menyatakan bisa menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu cuti kampanye yang hampir empat bulan itu.

Untuk diketahui, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, calon gubernur dan wakil gubernur yang menjabat harus mengambil cuti selama masa kampanye.

Dalam pilkada serentak 2017 ini, masa cuti dimulai 26 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017 atau sekitar empat bulan. Ahok menyatakan keberatan dengan aturan cuti kampanye tersebut. Keberatan Ahok itu lantaran masa kampanye Pilkada 2017 akan bersamaan dengan penyusunan APBD 2017. Ahok pun sudah mengajukan uji materi UU Pilkada
ke MK.

Ahok ingin MK meninjau kembali kemungkinan adanya pilihan bagi petahana yang mau maju lagi pada pilkada untuk tidak berkampanye sehingga tidak perlu mengambil cuti.

Akan tetapi yang dilakukan oleh petahana calon gubernur Ahok dinilai menunjukkan sikap tidak patuh terhadap undang-undang lantaran menolak cuti pada kampanye di Pilgub DKI Jakarta 2017. Sikap penolakan itu bertentangan dengan UU yang mengatur cuti, sebagaimana diatur dalam Pasal 70 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Calon Gubernur dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, menyindir calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sandiaga menyatakan siapa saja cagub Pilkada 2017 yang tak ambil cuti berarti main curang dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Keputusan Ahok yang untuk cuti kampanye dianggap menipu masyarakat
karena dengan tak ambil cuti Ahok dianggap sudah memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadinya

Dikarenakan merasa ada ketidakadilan, Sandiaga akan mempekarakan cagub yang mengambil cuti kampanye secara hukum. Sandiaga telah menurunkan tim hukum untuk melakukan gugatan intervensi. Upaya ini dilakukan Sandiaga untuk memastikan tak terjadi kecurangan dan penipuan oleh cagub manapun.

sumber: Okezone

Gerindra Segera Umumkan Buwas untuk Kalahkan Ahok

gerindra-harus-segera-umumkan-buwas-untuk-kalahkan-ahok-c3sRG5keCS

Sosok Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas dan bijaksana dalam menjalankan tugasnya.

Pakar Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai bahwa Parta Gerindra harus segera mengumumkan Buwas untuk kalahkan Ahok sebagai cagub di Pemilihan Gubernur DKI 2017.

Hendri menjelaskan, Buwas telah dikenalkan kepada masyarakat sejak dini, jadi akan mudah bagi mantan Kabareskrim Polri itu untuk bersaing dengan Petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Buwas bisa menjanjikan Jakarta lebih tertib, bebas narkoba dan ramah bagi kaum marjinal, hal yang belum bisa diwujudkan Ahok,” katanya kepada Okezone, Jumat (22/7/2016).

Menurut Hendri, pencalonan Buwas oleh partai besutan Prabowo Subianto itu sudah tepat. Pasalnya Buwas sudah memiliki popularitas yang patut diperhitungkan. Adapun popularitas jendral bintang tiga ini tidak dianggap main-main, sejumlah prestasi yang telah diukirnya banyak diapresiasi oleh masyakat Jakarta maupun di luar Jakarta.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond J Mahesa menuturkan bahwa dukungan partainya terhadap Buwas untuk maju menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta, lantaran Buwas mampu mengalahkan perolehan suara Ahok dalam perebutan kursi DKI 1.

sumber: Okezone

Reklamasi Teluk Jakarta Ancam Ketersediaan Listrik Ibu Kota

reklamasi-ancam-ketersediaan-listrik-ibu-kota-GVEaQGn2cu

Rencana reklamasi pada pantai Teluk Jakarta saat ini masih menggulirkan bola panas antara Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya dengan pemerintah DKI Jakarta yang membawa nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Selain karena multi persepsi dalam aturan yang digunakan, perbedaan pendapat juga masih terjadi mengenai dampak langsung bagi DKI Jakarta dalam proyek reklamasi ini.

“Karena kalau kita lihat ada pipa yang melintas ya. Ini akan sangat mengancam ketersediaan listrik,” kata Abdulrachim saat ditemui usai acara diskusi mengenai reklamasi di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Menurut Tenaga Ahli Bidang Energi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Abdulrachim Kresno, jalur silang ini dapat mengancam ketersediaan listrik bagi masyarakat di DKI Jakarta. Salah satu dampak yang dikhawatirkan adalah adanya jalur silang pipa listrik yang harus dilewati dalam pengerjaan proyek kali ini.

Untuk itu, pemerintah DKI diminta untuk mengkaji kembali terkait berbagai potensi dan dampak negatif dari pengembangan proyek ini. Dengan begitu, maka tidak akan ada yang dirugikan dalam proyek yang saat ini masih menuai perdebatan tersebut. “Jadi perlu dikaji lagi. Lihat dari berbagai aspek,” tutupnya.

sumber: Okezone